Apa Sich Peranan Bakteri Pada Pengendalian Pencemaran Lingkungan

Sekarang ini pencemaran sudah jadi topik populer untuk dibahas. Banyak orang berusaha mencari solusi untuk menyelamatkan dunia dari masalah polusi. Salah satu teknologi yang digunakan untuk menangani polusi adalah melalui peranakan bakteri. Sesungguhnya teknik penetralan zat berbahaya sudah mulai dikenal sejak 1900. Teknologi ini sudah dikembangkan untuk mengubah air pembuangan menjadi air bersih yang bisa dikonsumsi.

Perkembangan teknologi peranakan bakteri untuk menghadapi masalah polusi tentunya sudah berkembang jauh. Sekarang bakteri ini sudah mampu memproses limbah golongan B3 (Bahan Berbahaya Beracun) menjadi limbah netral yang bisa diuraikan aman secara alami. Penggunaan bakteri untuk membantu penguraian zat berbahaya ini disebut juga bioremediasi dan banyak jenisnya. Mari bahas seputar teknologi ini di bawah ini!

Jenis – Jenis Bioremediasi

Perkembangan teknologi tentu saja membuat teknologi ini menjadi ada banyak jenis. Berikut adalah jenis – jenis bioremediasi yang sudah berkembang baik di era modern ini!

Biostimulasi

Bioremediasi ini memanfaatkan nutrien dan oksigen dalam bentuk cair ataupun gas. Campuran nutrisi dan oksigen ini ditambahkan pada air dan tanah yang tercemar untuk membantu bakteri pengurai bekerja lebih baik. Untuk menjadi lebih efektif, pastikan area air ataupun tanah tersebut ditumbuhi tanaman. Tanaman seperti teratai dan eceng gondok untuk area air ataupun pohon – pohon besar untuk area tanah.

Bakteri yang berkembang akibat hubungannya dengan tumbuh – tumbuhan ini tentu akan mempercepat proses penguraian. Doping dari nutrien dan oksigen membuat perkembangannya juga sehat. Teknologi inilah yang paling sering digunakan perusahaan air untuk menetralkan air pembuangan di sungai agar menjadi air bersih yang bisa dikonsumsi.

Bioaugmentasi

Bioremediasi yang satu ini menggunakan mikroorganisme khusus yang sengaja diperanakan untuk penguraian sampah khusus. Biasanya teknik bioremediasi yang satu ini lebih digunakan para pelaku industri untuk mengolah limbah berbahaya sebelum dibuang ke alam. Teknik bioremediasi yang satu ini bisa dibilang efektif untuk pengolahan limbah di tangki – tanki khusus, sayangnya hal ini tidak bisa digunakan untuk penguraian di alam.

Banyak penelitian sudah dilakukan untuk melihat seberapa baik bakteri yang dikembangkan secara khusus ini berperilaku di alam. Hasilnya, tanpa kondisi yang sesuai, bakteri ini memiliki masalah beradaptasi. Jadi semisal ada kebocoran limbah ke air sungai, bakteri sama yang digunakan untuk pengolahan tangki belum tentu efektif menguraikan limbah tersebut.

Bioremediasi Intrinsik

Jenis bioremediasi yang satu ini adalah penguraian yang berjalan alami. Pilihan bioremediasi yang satu ini lebih populer digunakan untuk keperluan penguraian limbah pertanian yang memang bisa busuk secara alami. Teknik penguraian ini juga bisa membantu para petani dan peternak untuk membuat pupuk kandang dan kompos alami.

Tantangan Mengembangkan Peranan Bakteri Untuk Melawan Polusi

Jenis bioremediasi bioaugmentasi di atas tentu dikembangkan menggunakan teknologi terbaru. Penelitian untuk mengembangkan bakteri yang sesuai untuk bahan limbah tertentu juga semakin berkembang. Sayangnya penelitian ini sering menghadapi masalah dalam implementasinya. Tantangan – tantangan ini ada banyak antara lain:

Biaya Research yang Tinggi

Research dan ujicoba mengenai bakteri untuk membantu alam, tentu banyak dilakukan. Sayangnya hanya beberapa saja yang sukses dan menghasilkan. Banyak proyek research tentang hal ini terpaksa berhenti di tengah jalan karena tidak ada dukungan biaya dari pihak lain. Peneliti tentu tidak bisa melakukan research dengan baik jika tidak ada backing dana, jadi mereka biasanya memiliki penelitian yang lebih menghasilkan.

Biaya Penggunaan Teknik yang Masih Tinggi

Jika research penggunaan bakteri untuk mengurangi polusi berhasil, biasanya biaya yang diperlukan untuk implementasinya secara nyata sangat besar. Saat di lab dalam kondisi simulasi, tentu saja aplikasinya lebih mudah dibandingkan sungai ataupun pipa – pipa limbah industri. Bakteri yang diperlukan juga tentu lebih banyak, jadi untuk hal ini dana juga harus tersedia untuk mengembang biakannya.

Bagaimana? Menarik bukan bahasan mengenai bakteri untuk menghadapi pencemaran ini? Jika ingin belajar lebih lanjut Anda bisa coba ambil sumbernya di edutore.com. Website ini dibangun oleh Gramedia untuk kebutuhan edukasi semua golongan. Anda bahkan bisa datang kesini untuk mengambil kumpulan soal UN SMA dan Soal UN SMP. Ayo, datang saja kesini untuk belajar lebih banyak!