Cara Kerja Dioda Zener

Bagi orang yang sudah lama berkecimpung dalam industri elektronika modern mungkin sudah kenal dengan dioda zener. Secara sederhana, dioda zener adalah teknologi semikonduktor yang memiliki tingkat keandalan yang tinggi. Hal ini terjadi lantaran cara kerja dioda zener yang sedikit berbeda dengan semikonduktor lainnya.

Semikonduktor satu ini, dibuat dengan ukuran yang lebih kecil namun memiliki kinerja yang optimal. Konsepnya mirip seperti power supply modern yang berukuran kecil seperti charger laptop, smartphone, yang di dalamnya sudah menggunakan komponen teknologi semikonduktor untuk penstabil dan pembatas energi.

Agar kamu mengerti lebih lanjut mengenai dioda zener, simak artikel ini hingga selesai, ya.

Pengertian Dioda Zener

Jadi sebenarnya, apa itu dioda zener? Dioda zener merupakan jenis dioda yang khusus dirancang agar dapat beroperasi di rangkaian bias mundur. Dan dioda inilah yang terbuat dari bahan semikonduktor. Dioda zener adalah salah satu komponen yang banyak digunakan lantaran sederhana dan juga mudah dibandingkan jenis lain.

Penggunaanya juga bisa kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang telah dituliskan di atas, dioda zener ada pada charger laptop dan juga smartphone untuk membatasi dan menjaga kestabilan daya listrik.

Cara Kerja Dioda Zener

Secara mendasar, dioda zener akan menyalurkan energi arus listrik pada arah yang berlawanan. Hal ini terjadi jika tegangan listrik telah melampaui batas breakdown voltage. Cara kerja ini berbeda dengan dioda biasa yang hanya bisa menyalurkan arus listrik satu arah saja.

Breakdown voltage, biasanya juga disebut sebagai tegangan Zener. Pada dioda zener yang dipasang pada rangkaian reverse bias, akan memperlihatkan perilaku tegangan tembus terkontrol dan bisa melewatkan arus listrik dalam rangka menjaga tegangan jatuh agar tetap pada tegangan zener.

Cara kerja dioda zener bisa dipahami lebih mudah saat ada dalam rangkaian paralel dan juga seri.

1. Pada Rangkaian Paralel

Dioda zener nantinya akan dipasang dalam bentuk paralel dengan jalur arus DC berasal. Sementara itu, besaran dari tegangan output akan sama besarnya dengan dioda zener yang digunakan.

Ketika dioda zener bekerja tanpa adanya masalah, output dari dioda zener bisa tetap berada di 5.6V. Walaupun kamu mengubah tingkat besaran tegangan arus DC yang dihasilkan dari input. Sehingga dapat dikatakan, bahwa sebesar apapun besaran input, ketika melewati dioda zener, besaran outputnya tetap sama besar seperti dioda zener.

2. Pada Rangkaian Seri

Cara kerja dioda zener ketika dalam rangkaian seri, berbeda dibandingkan pada rangkaian paralel. Kalau kamu memasang secara seri dengan mengikuti jalur masuk tegangan DC, outputnya akan berubah-ubah dan berbeda.

Cara menghitungnya adalah dengan mengurangi tegangan yang dihasilkan dari input dengan tingkat tegangan dari dioda zener yang digunakan. Jadi, ketika dioda zener yang dipakai adalah 5V6, dengan tegangan input 10V, maka menghitungnya adalah dengan 10-5,6 = 4.4 V. Dari hasil tersebut bisa diketahui outputnya sebesar 4.4 V.

Fungsi Dioda Zener

Nah setelah kamu mengetahui apa itu dioda zener beserta cara kerjanya, ada baiknya juga untuk kamu mengerti apa saja fungsi dari dioda zener. Berikut ini fungsi lengkapnya:

  1. Penstabil tegangan listrik.
  2. Melakukan reverse bias atau arus balik.
  3. Jika dirangkai maju bisa bekerja seperti pada umumnya.
  4. Menghasilkan tegangan searah yang lebih murni.
  5. Memanipulasi sinyal tegangan bolak-balik agar mendekati hasil tegangan searah dari baterai.
  6. Penyearah arus.
  7. Pembatas sinyal input.
  8. Pengaman Electro Static Discharge.

Nah itulah sekilas informasi yang bisa kamu ketahui tentang dioda zener. Semoga semakin paham tentang komponen semikonduktor satu ini.