Contoh Laporan Penjualan

Pusing membuat laporan penjualan untuk tugas kewirausahaan? Tidak perlu khawatir, berikut ini adalah ulasan mengenai contoh laporan penjualan yang bisa membantu Anda yang sedang kebingungan menyusun laporan keuangan.

Contoh laporan penjualan di bawah ini merupakan sebuah laporan dari penjualan produk spons dari sayur oyong dan serabut kelapa. Berikut adalah contoh laporannya. Sebagaimana yang tertera di dalam website Academic Indonesia.

Contoh Laporan Penjualan

 

Contoh Laporan Penjualan

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Usaha industri di Indonesia sudah sangat berkembang dengan cepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Usaha industri ini sebagian besar menggunakan bahan organik sebagai bahan produksi. Penggunaan bahan non organik tentu menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan.

         Berdasarkan permasalahan yang kami temukan, kami ingin menciptakan usaha yang berbahan dasar organik. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat mengurangi penggunaan bahan non organik dalam usaha industri. Kami memanfaatkan sayuran oyong dan serabut kelapa.

Serabut oyong akan kami buat menjadi produk spons pembersih badan, serabut kelapa akan diolah menjadi spons pencuci peralatan dapur.

         Usaha ini selain bertujuan mengurangi penggunaan bahan non organik dalam usaha industri kami tentu memiliki  tujuan adanya keuntungan dalam bentuk materi. Untuk mencapai tujuan usaha, kami akan menjalankan usaha dengan perencanaan yang matang.

2. Tujuan

Tujuan dari program ini adalah.

  • Membuat spons pembersih tubuh dari serabut oyong yang bertekstur lembut.
  • Membuat spons pencuci peralatan dapur dari serabut kelapa yang bertekstur sedikit kasar.
  • Sebagai pembelajaran bagi masyarakat untuk mengembangkan peluang usaha baru yang ramah lingkungan dan menghasilkan laba.

3. Pelaksanaan Kegiatan Penjualan

Pelaksanaan program wirausaha  ini dilaksanakan:

Hari : Jum’at-Minggu, 15-17 Januari 2015

Waktu  : Pukul 15.00 – 20.00 WIB

Tempat : Sekitar Kampus Universitas Islam Nusantara, Banyuwangi Jl. Sasongko

BAB II

PEMBAHASAN

Spons serabut oyong memiliki tekstur yang lembut sehingga tidak sakit jika digosokkan ke tubuh. Spons serabut oyong tidak membahayakan tubuh karena bahan pembuatan dari serabut oyong tanpa adanya pencampuran zat kimia.

Kami akan mengolah serabut oyong dengan beberapa tahapan sebagai berikut :

  1. Serabut oyong diperoleh dari perkebunan warga.
  2. Oyong yang telah tua berwarna coklat tua dibuka kulitnya dan diambil serabutnya.
  3. Serabut oyong dicuci dengan air bersih.
  4. Serabut oyong di jemur sampai kering ditempat yang tidak terlalu panas.
  5. Serabut oyong dipotong menjadi dua bagian
  6. Serabut oyong yang telah potong  siap dikemas dalam kemasan plastik.

         Spons serabut kelapa memiliki tekstur yang sedikit kasar sehingga kotoran pada peralatan dapur mudah dibersihkan. Spons serabut kelapa juga akan aman bagi kesehatan karena terbuat dari serabut kelapa.

Spons serabut kelapa tentunya memiliki harga yang lebih murah dari harga produk sejenis karena bahan baku mudah didapatkan.  Pengolahan spons serabut kelapa memiliki beberapa tahap yaitu

  1. Kulit kelapa akan diperoleh dari perkebunan kelapa yang sangat sangat banyak di Indonesia dan dari usaha industri yang menggunakan kelapa sebagai bahan produksi seperti usaha gudeg, rumah makan padang dan penjual minuman kelapa.
  2. Kulit kelapa dilepas dari kelapa.
  3. Kulit yang sudah dilepas diambil serabutnya.
  4. Serabut kelapa disobek kecil.kecil.
  5. Serabut kelapa dicuci dengan air bersih.
  6. Serabut kelapa dijemur sampai kering di ruangan yang tidak terlalu panas.
  7. Serabut yang telah kering disatukan kecil-kecil membentuk gumpalan sebesar kepalan tangan.
  8. Spons serabut yang telah jadi dimasukkan ke kemasan plastik.

B. Pemasaran

Proses pemasaran yang kami lakukan adalah dengan mempromosikan via online ataupun promosi langsung di stand penjualan.

Dalam hal pemasaran produk, kami berusaha membujuk konsumen agar tertarik pada produk yang kami jual sehingga pada akhirnya tertarik dan mau membeli.

Kebanyakan dari konsumen kami adalah masyarakat yang lalu-lalang di sekitar jalan Sasongko. Harga produk yang kami jual dan juga komunikasi persuasif yang kami lakukan akhirnya proses penjualan produk kami pun dapat berjalan lancar

C. Penjualan

Kegiatan penjualan adalah kegiatan inti dari sebuah proses transaksi tawar menawar antara penjual dan pembeli. Dari proses tawar menawar itulah, tercipta sebuah kesepakatan antara pembeli dan kami untuk membeli produk yang kami tawarkan.

Kami menjual produk pada masyarakat yang melintas di Jl. Sasongko saat lampu merah dengan memaparkan kelebihan produk yang kami miliki bila dibandingkan dengan produk lainnya.

D. Analisis Usaha Penjualan

1. Analisis SWOT

Kekuatan(Strenght)

  1. Serabut oyong dan serabut kelapa mudah didapatkan
  2. Bahan baku alami
  3. Produk selalu dibutuhkan oleh konsumen
  4. Memiliki nilai kesehatan yang terjamin karena bahan baku alami.
  5. Proses produksi tidak terlalu rumit.

Kelemahan (Weakness)

  1. Tidak adanya toko
  2. Tidak ada perkebunan oyong dan kelapa

Peluang(Opportunity)

  1. Banyak pesaing yang menggunakan bahan non organik
  2. Produk digunakan dalam kehidupan sehari-hari konsumen

Ancaman (Threat)

  1. Produk ini mudah ditiru sehingga semakin tinggi popularitas produk ini, maka akan semakin banyak pesaing yang muncul.
  2. Banyaknya usaha produk sejenis
  3. Ada produk spons mandi sejenis yang harganya lebih murah
  4. Pajak yang mahal

Laporan Keuangan

 

Investasi Awal

Harga

A

Portable sealer  (5 xRp.67000)

Rp 335.000

B

Gunting (20 X Rp16000)

Rp 320.000

D

Banner (2 x Rp.100.000)

Rp  200.000

D

Brosur  A4 (300 x Rp.1700)

Rp  510.000

E

Tikar tempat penjemuran (10 x Rp. 85000 buah)

Rp 850.000

F

Keranjang  (10 x Rp.60.000 )

RP. 600.000

 

Biaya Operasional (300 pcs spons oyong, 300 pcs spons serabut kelapa)

 

A

Listrik dan air (per bulan)

Rp  80.000

B

Sewa tempat produksi (per bulan)

Rp 500.000

C

Satu truk serabut kelapa (per bulan)

Rp 200.000

D

Oyong tua (150 x Rp. 4000)

Rp 600.000

E

Steples dan isi steples

Rp 165.000

F

Kartu paketan internet  (3 GB per bulan)

Rp 100.000

G

Kemasan Aluminium Foil seal  (250 X Rp.600)

Rp 150000

H   Gaji pegawai  (8 org x Rp.700.000)

Rp.5600.000

I  Iklan baris  ( 1 bulan x Rp.13000)

Rp. 390000

Jumlah Total

Rp. 12500.000

Total produksi 1 bulan:

Modal produksi                                           = Rp 9420.000                                                

Dari biaya per bulan Rp. 9420.000 : 800 pcs  = Rp.12000

Harga jual spons oyong                                = Rp. 10.000/pcs

Harga jual spons Serabut Kelapa             = Rp.2000/pcs

Total harga produk                                       =Rp. 22.000

Total penjualan hari pertama, 15 Januari 2015

Harga total  penjualan produk  @ Rp 22.000 x 800 pcs   = Rp.17.600.000

Keuntungan 1 bulan @ Rp 10.000 x 800 pcs               = Rp 8.000.000

Total penjualan hari kedua, 16 Januari 2015

Harga total penjualan produk @ Rp 22.000 x 1000 pcs   = Rp 22.000.000

Keuntungan 1 bulan @ Rp.10.000 x 1000 pcs             = Rp.10.000.000

Total penjualan hari ketiga, 17 Januari 2015

Harga total penjualan produk @ Rp 22.000 x 1200 pcs   = Rp26.400.000

Keuntungan 1 bulan @ Rp.10.000 x 1200 pcs             =Rp.12.000.000

Penerimaan Keuntungan Setelah Pajak

  1. Hari pertama : Rp 8.000.000 – Rp 800.000 = Rp 7.200.000
  2. Hari kedua :  Rp 10.000.000 – Rp 1000.000 = Rp 9.000.000
  3. Hari ketiga: Rp 12.000.000 – Rp 1.200.000 = Rp 10.800.000

Seperti itulah ulasan mengenai contoh laporan penjualan. Semoga bermanfaat.